Senin , 21 Agustus 2017
Home / Gadget / Bahaya Penggunaan Smartwatch
Bahaya Penggunaan Smartwatch

Bahaya Penggunaan Smartwatch

Dalam kehidupan sehari-hari jam tangan pintar (smartwatch) dapat digunakan untuk melakukan segala sesuatu, mulai dari membuat panggilan telepon dan sampai pelacakan detak jantung dan di waktu yang bersamaan memperlihatkan fungsi waktu. Tetapi apakah Anda sudah tahu bahwa smartwatch juga dapat dipakai untuk mengidentifikasi apa yang telah Anda ketik?

Perangkat pakai (wearable device) seperti smartwatch dan pelacak kesehatan (fitness tracker), semenjak awal memang telah muncul suatu kecemasan dari sisi keamanan nya itu sendiri. Hal ini khususnya disebabkan oleh data yang telah mereka jadikan satu dan transfer ke cloud, yang sepertinya bisa berakhir dijual kepada penawar tertinggi atau di tangan yang salah.

Vendor fitness tracker telah menjalankan segala cara agar para pengguna yakin bahwa data-data mereka aman, tetapi di waktu yang bersamaan mereka juga memperdagangkan gelang pintar ini kepada perusahaan secara massal. Contohnya, perusahaan dapat memakai perangkat yang dapat digunakan ini untuk melacak bagaimana sehat atau tidaknya para karyawan mereka, yang pasti hal seperti ini bukanlah cara yang baik untuk mengurus data-data pribadi para karyawan.

Pada kenyataannya fenomena seperti itu bukanlah hal terburuk dari smartwatches dan fitness tracker yang pas menjadi perhatian. Ketika Senior Malware Analyst yaitu Roman Unuchek dari Kaspersky Lab mendapatkan bahwa hal yang sangat gampang untuk menghubungkan smartphone hampir ke semua fitness tracker, perangkat lainnya yang juga terhubung, maka ia mendapat hasil penelitiannya dengan sebuah catatan yang cenderung positif.

“Dengan meretas gelang kesehatan yang saya miliki, para penjahat siber tidak bisa memperoleh akses ke semua data pengguna disebabkan data-data ini tidaklah disimpan di smartphone  ataupun di gelang kesehatan – aplikasi resmi secara rutin memberikan informasi dari gelang kesehatan ke cloud,” kata Unuchek lewat keterangan resminya.

Akan tetapi, seorang mahasiswa di IT University of Copenhagen, Tony Beltramelli, memperlihatkan bahwa penjahat siber tidak membutuhkan data-data ini untuk meretas wearable device milik para pengguna tersebut.

Ia menunjukkan bahwa setelah mendapatkan akses ke smartwatch, gerak tubuh dari pemilik perangkat dapat diamati oleh seseorang dan dengan metode reverse-engineer ke dalam simbol-simbol yang pada keypad numerik akan mereka ketik nantinya.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa seseorang bisa memakai smartwatch yang telah diretas untuk mengkaji apa yang kita ketik di numpad. Dan hal ini dapat dipastikan akan menimbulkan efek buruk bagi pengguna karena numpad ini dapat menjadi perangkat pembaca kartu di toko atau PIN-pad di ATM, dan sekarang penjahat siber tersebut telah tahu kode PIN dari kartu kredit Anda.

Atau numpad bisa saja adalah lock screen pada smartphone Anda – sekali penjahat siber lolos meretas ponsel Anda, ia dapat dengan gampangnya dapat semua informasi termasuk pesan, kontak, data-data perbankan dan sebagainya, karena sekarang dia sudah tahu kode PIN Anda.

Selain itu, jika seseorang dapat membikin perangkat lunak untuk menandai angka pada numpad, dapat dipastikan penjahat siber bisa mengembangkan serta membikin perangkat lunak yang dapat menyeleksi huruf pada keyboard komputer.

Jika itu terjadi, maka mereka dapat melacak semua yang Anda ketik, membuat semua korespondensi Anda menjadi tak lagi aman. Nah, karena Anda hanya mempunyai satu smartwatch, maka salah satu tangan Anda sajalah yang dapat dilacak, akan tetapi setengah dari huruf yang Anda ketik sudah cukup untuk mengerti apa yang Anda ketik sebenarnya.

Unuchek berkata “Kami ini tak punya bukti bahwa bahaya siber seperti ini sudah beredar luas, tetapi percayalah, Anda pasti tidaklah ingin jadi korbannya apalagi ternyata atau jika ancaman siber ini sungguhan ada – dalam hal ini hanya terdapat satu cara untuk menjaga diri Anda sendiri. Anda harus pastikan bahwa tak ada malware terdownload pada smartwatch yang anda miliki.”

Pada wearable device Anda perlu ditambahkan keamanannya, terdapat dua cara yang bisa anda lakukan.

Pertama, dengan install aplikasi dari toko resmi saja seperti Google Play, Apple App Store, atau Amazon App Store.
Aplikasi dari toko-toko resmi tersebut tidak 100% failsafe, tetapi setidaknya mereka telah mendapat ijin oleh pihak toko aplikasi dan juga adanya sebagian sistem filtrasi – tidak setiap aplikasi dapat masuk ke toko-toko resmi.

Kedua, gunakan solusi keamanan yang akurat karena semua aplikasi yang akan terdownload pada smartwatch pada awalnya sudah terlebih dahulu di instal ke dalam smartphone Anda, sehingga aplikasi-aplikasi ini secara langsung diperiksa jika Anda mempunyai Kaspersky Internet Security for Android Premium terdownload pada perangkat Anda.

Check Also

JAQ Power Bank

JAQ, Power Bank ini bertenaga Air dan Garam

Untuk menunjang aktivitas sehari-hari hampir semua orang saat ini selalu membawa gadget seperti smartphone atau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *